Pusat Oleh-Oleh dan Wisata Religi Marogan Diluncurkan, Gubernur Sumsel Herman Deru Soroti Potensi Wakaf

Berita12 Views
banner 468x60

PALEMBANG (Negerikunews.click) – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, melakukan soft launching kawasan terpadu yang mencakup pusat oleh-oleh khas Palembang, wisata religi, serta Kampung Wakaf Marogan di kawasan Masjid Kiai Marogan, Kertapati, Jumat (13/3/2026).

Peluncuran awal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan destinasi berbasis religi sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui konsep wakaf produktif.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan apresiasi atas inisiatif berbagai pihak yang telah menggagas pengembangan kawasan tersebut. Ia menilai ide yang dihadirkan tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan kembali sosok ulama besar Kiai Marogan kepada masyarakat luas.

Dokumentasi Gubernur Sumsel Herman Deru Soroti Potensi Wakaf

“Ini bukan sekadar pengembangan kawasan, tetapi juga bentuk pelestarian nilai sejarah dan keagamaan yang dikombinasikan dengan penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Kampung Wakaf Marogan memiliki potensi besar sebagai pusat edukasi ekonomi syariah. Ia menekankan pentingnya menjaga konsep pengelolaan agar tetap berlandaskan prinsip-prinsip syariah sehingga memberikan manfaat jangka panjang.

Selain itu, Herman Deru juga menyoroti hadirnya pusat oleh-oleh yang menjadi bagian dari kawasan tersebut. Ia berharap fasilitas ini mampu menjadi magnet bagi wisatawan sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal.

Dokumentasi Gubernur Sumsel Herman Deru Soroti Potensi Wakaf

Pengembangan kawasan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah lembaga, seperti Badan Wakaf Indonesia, Bank Indonesia, serta Bank Sumsel Babel Syariah yang turut mendorong implementasi ekonomi berbasis wakaf.

Sementara itu, Ketua Lembaga Wakaf Marogan, Masagus A. Fauzan Yayan, menjelaskan bahwa peluncuran kawasan ini menjadi momentum penting, terlebih dilaksanakan pada bulan Ramadan yang penuh berkah.

Ia menyebut Kampung Wakaf Marogan dirancang sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan wisata religi, pengelolaan wakaf, serta pengembangan usaha masyarakat.

Dokumentasi Gubernur Sumsel Herman Deru Soroti Potensi Wakaf

“Kami ingin wakaf tidak hanya dipahami sebagai ibadah, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Kawasan ini diharapkan menjadi contoh kampung wakaf yang produktif,” jelasnya.

Menurut Fauzan, lokasi kawasan yang berada di sekitar makam Kiai Marogan serta di tepian Sungai Musi memberikan nilai tambah tersendiri sebagai destinasi wisata religi yang potensial.

Melalui pengembangan ini, pihaknya juga mendorong pertumbuhan UMKM agar masyarakat sekitar dapat merasakan dampak langsung secara ekonomi.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap kehadiran Kampung Wakaf Marogan dapat menjadi model pengembangan kawasan berbasis keagamaan yang tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (rd)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *