Herman Deru Pimpin Gerakan Tanam Padi Serentak Sumbagsel, Banyuasin Bidik Produksi 1 Juta Ton

Berita2 Views
banner 468x60

BANYUASIN (Negerikunews.click) — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memimpin pembukaan Gerakan Tanam Padi Serentak Menyongsong El-Nino se-Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang dipusatkan di Desa Gelebak Dalam, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Selasa (19/05/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan regional menghadapi ancaman perubahan iklim dan musim kemarau panjang akibat fenomena El-Nino.

banner 336x280

Dalam rangkaian kegiatan itu, panen padi juga dilakukan bersama unsur pemerintah daerah dan Forkopimda setempat. Hadir mendampingi kegiatan tersebut Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian, jajaran TNI-Polri, perangkat daerah, hingga unsur kecamatan dan penyuluh pertanian.

Netta Indian menyampaikan keyakinannya bahwa Banyuasin mampu menjadi salah satu daerah penghasil padi terbesar di wilayah Sumbagsel dengan target produksi lebih dari 1 juta ton pada tahun 2026.

Menurutnya, potensi pertanian Banyuasin yang luas didukung kerja sama lintas sektor menjadi modal utama dalam mendukung target produksi pangan nasional.

“Kami optimistis Banyuasin mampu memberikan kontribusi besar terhadap target produksi padi wilayah Sumatera Bagian Selatan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang selama ini turut membantu pengembangan sektor pertanian di Banyuasin, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga para petani dan penyuluh pertanian.

Sementara itu, Suharyanto menilai Banyuasin memiliki posisi strategis sebagai daerah agraris yang berpotensi besar menopang ketahanan pangan nasional.

Di sisi lain, Herman Deru menegaskan bahwa target produksi 5 juta ton padi di wilayah Sumbagsel dapat tercapai apabila seluruh pihak menjaga konsistensi dan memperkuat koordinasi dalam pengelolaan pertanian.

Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif menghadapi El-Nino dengan menerapkan pola pertanian yang lebih adaptif serta berbasis data dan pendampingan penyuluh.

“Petani harus terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian, terutama dalam pengelolaan pupuk dan pola tanam agar hasil produksi tetap optimal,” katanya.

Selain fokus pada peningkatan hasil panen, Herman Deru juga mengingatkan pentingnya menjaga Luas Baku Sawah (LBS) agar tidak berkurang akibat alih fungsi lahan.

Menurutnya, lahan pertanian merupakan aset strategis yang harus dilindungi demi menjaga keberlanjutan produksi pangan di masa mendatang.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan lahan pertanian tetap terjaga dan dimanfaatkan secara maksimal,” tegasnya.

Gerakan tanam serentak tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga stabilitas pangan di wilayah Sumatera Bagian Selatan di tengah tantangan perubahan iklim global. (rd)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *