OGAN KOMERING ILIR (Negerikunews.click) — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru resmi mencanangkan Gerakan Tanam (Gertam) Menyongsong El Nino di kawasan cetak sawah Desa Cahaya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Selasa (19/05/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi Sumsel dalam memperkuat ketahanan pangan menghadapi potensi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa gerakan tanam serentak bukan hanya kegiatan simbolis, melainkan bentuk nyata penguatan sektor pertanian untuk menjaga stabilitas produksi pangan daerah.
Menurutnya, Sumsel memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan produksi pertanian dan memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.
“Gerakan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat bersama dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Musim kemarau harus disikapi sebagai peluang untuk memaksimalkan potensi yang ada,” ujarnya.
Ia menyebut wilayah OKI memiliki keunggulan berupa lahan pertanian yang luas, tanah subur, serta dukungan sistem irigasi yang memadai, termasuk jaringan Irigasi Komering yang menopang kawasan pertanian masyarakat.
Herman Deru optimistis target produksi 5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada tahun 2026 dapat tercapai melalui sinergi antara pemerintah, petani, dan penyuluh pertanian.
Bahkan, menurutnya, capaian tersebut berpeluang membawa Sumsel menjadi salah satu provinsi dengan produksi pangan terbesar di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya disiplin petani dalam menerapkan pola tanam yang tepat, pengelolaan pupuk, hingga pemanfaatan irigasi secara optimal.
Selain fokus pada peningkatan produksi, Herman Deru turut mendorong penguatan Program Peningkatan Entrepreneur Petani (P2EP) agar petani tidak hanya unggul dalam budidaya, tetapi juga memiliki kemampuan kewirausahaan dalam mengelola hasil pertanian.
“Saya berharap gerakan tanam ini dilakukan secara serentak di seluruh daerah agar semangat membangun ketahanan pangan benar-benar menjadi gerakan bersama,” tegasnya.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari jajaran TNI. Khabib Mahfud menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung pengawasan dan pelaksanaan gerakan tanam di seluruh wilayah Sumsel, termasuk pemetaan lahan rawan kekeringan dan monitoring program cetak sawah.
Sementara itu, Bupati OKI Muchendi mengatakan daerahnya siap menjadi salah satu penopang utama target produksi pangan Sumsel.
Menurutnya, Kabupaten OKI memiliki Luas Baku Sawah mencapai lebih dari 105 ribu hektare dan menjadi salah satu wilayah pertanian terbesar di Sumsel.
Ia menjelaskan, sebagian lahan rawa lebak yang selama ini belum tergarap optimal justru memiliki peluang besar untuk dimanfaatkan pada musim kemarau akibat El Nino.
“Potensi lahan rawa lebak di OKI sangat besar dan dapat dimaksimalkan untuk mendukung peningkatan luas tanam,” katanya.
Pada musim tanam 2025–2026, Kabupaten OKI menargetkan luas tanam mencapai 158.781 hektare sebagai kontribusi terhadap target produksi 5 juta ton GKG Sumsel.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa pupuk subsidi dan benih padi guna mendukung pengelolaan lahan cetak sawah seluas 400 hektare.
Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama kepala daerah se-Sumsel dan dihadiri unsur Forkopimda, petani, penyuluh pertanian, serta tokoh masyarakat setempat. (rd)











