Gubernur Herman Deru Gandeng PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Tanjung Carat Disiapkan Jadi Gerbang Ekspor Sumsel

Berita3 Views
banner 468x60

SUMSEL (Negerikunews.click) – Upaya mendorong transformasi ekonomi di Sumatera Selatan semakin menguat seiring langkah percepatan pembangunan Pelabuhan Samudra Tanjung Carat. Pemerintah Provinsi Sumsel bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) mempertegas komitmen kolaborasi untuk merealisasikan proyek strategis tersebut.

Komitmen ini mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Sumsel, Herman Deru, dan Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, di Griya Agung, Sabtu (7/3/2026).

banner 336x280

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa pembangunan pelabuhan laut dalam menjadi kebutuhan mendesak guna membuka akses perdagangan global secara langsung dari Sumatera Selatan.

Herman Deru menilai, selama ini potensi besar daerah belum sepenuhnya termanfaatkan akibat keterbatasan infrastruktur logistik. Sumsel dikenal sebagai salah satu sentra produksi komoditas unggulan seperti karet dan kopi, namun distribusi ekspor masih bergantung pada pelabuhan di luar provinsi.

Kondisi tersebut dinilai berdampak pada tingginya biaya logistik dan berkurangnya daya saing produk daerah di pasar internasional.

“Potensi kita besar, tetapi belum didukung fasilitas pelabuhan yang memadai. Ini yang ingin kita ubah melalui pembangunan Tanjung Carat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keterbatasan Pelabuhan Boom Baru yang saat ini berada di kawasan perkotaan, sehingga tidak lagi ideal untuk mendukung aktivitas pelabuhan berskala besar. Selain memicu kepadatan lalu lintas, distribusi berbasis sungai juga dinilai kurang efisien, terutama untuk komoditas energi seperti batu bara.

Karena itu, Pemprov Sumsel mendorong agar proyek Pelabuhan Tanjung Carat kembali dimasukkan dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Di sisi lain, Achmad Muchtasyar menyampaikan bahwa pengembangan pelabuhan modern sejalan dengan kebutuhan masa kini, sekaligus menghidupkan kembali kejayaan maritim Sumsel sejak era Kerajaan Sriwijaya.

Menurutnya, tantangan geografis seperti sedimentasi di Sungai Musi serta perkembangan kota membuat pelabuhan eksisting tidak lagi mampu menampung kebutuhan perdagangan global.

Sebagai langkah konkret, Pelindo akan melakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) sebagai dasar pembentukan konsorsium pengembangan pelabuhan. Tahapan ini menjadi pintu masuk bagi percepatan investasi dan pembangunan.

Tanjung Carat sendiri diproyeksikan tidak hanya sebagai pelabuhan komoditas, tetapi juga sebagai simpul distribusi energi yang mendukung kawasan Sumatera Bagian Selatan, meliputi Sumsel, Jambi, Bengkulu, hingga Kepulauan Bangka Belitung.

Pelindo juga membuka peluang kolaborasi luas dengan BUMN maupun sektor swasta, termasuk perusahaan di bidang energi dan logistik, untuk menjadi mitra strategis sekaligus pengguna utama (anchor buyer).

Menurut Achmad, pembangunan pelabuhan harus diiringi dengan integrasi sistem logistik, termasuk konektivitas jalur kereta api dan infrastruktur jalan, agar distribusi barang menjadi lebih efisien dan kompetitif.

“Kami akan melakukan roadshow untuk menarik investor, baik dari dalam maupun luar negeri, agar ekosistem logistik yang terintegrasi bisa segera terwujud,” jelasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN, dan sektor swasta, Pelabuhan Samudra Tanjung Carat diharapkan menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan serta memperkuat posisi daerah dalam rantai perdagangan global. (rd)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed