Dari Pura Agung Sriwijaya, Pesan Persatuan Gubernur Herman Deru Menguatkan Toleransi di Sumsel

Berita14 Views
banner 468x60

SUMSEL (Negerikunews.com) – Semangat kebersamaan di tengah keberagaman kembali ditegaskan dalam perayaan Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Pura Agung Sriwijaya, Kamis (2/4/2026) malam.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai keberagaman suku, agama, dan budaya di Sumsel bukanlah potensi konflik, melainkan kekuatan besar dalam menjaga persatuan dan mendorong pembangunan daerah.

banner 336x280

Menurutnya, kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam momentum keagamaan tersebut menjadi cerminan nyata bahwa toleransi dan harmoni sosial di Sumatera Selatan berjalan dengan baik.

Ia mengaku merasakan langsung suasana kebersamaan yang tidak hanya dirasakan oleh umat Hindu, tetapi juga masyarakat lintas latar belakang yang turut hadir dan berpartisipasi.

“Ini bukan hanya kebahagiaan umat Hindu, tetapi kebahagiaan kita semua sebagai masyarakat yang hidup dalam keberagaman,” ujarnya.

Herman Deru menegaskan bahwa Sumatera Selatan merupakan miniatur Indonesia dengan keberagaman yang lengkap, mulai dari suku, budaya, hingga agama. Meski demikian, kondisi sosial tetap terjaga dengan baik dan minim konflik.

Ia bahkan menyebut kondisi “zero konflik” yang selama ini terjaga sebagai bukti bahwa masyarakat mampu mengelola perbedaan menjadi kekuatan bersama.

Dalam kesempatan itu, ia juga menilai Dharma Santi sebagai momentum penting untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasi dalam membangun daerah.

Selain itu, Gubernur memberikan apresiasi terhadap masyarakat Hindu Bali di Sumsel yang dinilai konsisten menjaga tradisi dan budaya leluhur di tengah arus modernisasi.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan zaman tidak boleh menggerus nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat. Modernisasi, menurutnya, harus disikapi secara bijak tanpa mengorbankan kearifan lokal.

“Pergaulan boleh mengikuti zaman, tetapi nilai budaya harus tetap dijaga,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga berharap Perkumpulan Adat Bali Sumatera Selatan dapat terus memainkan peran strategis sebagai penjaga dan pelestari budaya Bali di daerah tersebut.

Pengukuhan pengurus PABS periode 2023–2029 yang turut dilakukan dalam kegiatan itu diharapkan mampu memperkuat kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan daerah berbasis budaya.

Di akhir sambutannya, Herman Deru mengajak seluruh masyarakat Sumatera Selatan untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah.

Menurutnya, kebersamaan yang terjalin selama ini merupakan aset berharga yang harus dipertahankan demi masa depan Sumatera Selatan yang lebih maju dan harmonis. (rd)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *