Hadapi Kemarau Kering, Herman Deru Perkuat Pencegahan Karhutla Berbasis Desa

Berita2 Views
banner 468x60

PALEMBANG (Negerikunews.click) — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta seluruh pemerintah desa meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring perubahan cuaca dari La Nina menuju El Nino yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih kering pada tahun 2026.

Menurut Herman Deru, Sumatera Selatan memiliki sekitar 1,2 juta hektare lahan gambut yang masuk kategori rawan terbakar sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini melalui penguatan pengawasan dan keterlibatan masyarakat di tingkat desa.

banner 336x280

Ia menegaskan bahwa strategi penanganan karhutla tahun ini lebih difokuskan pada upaya pencegahan karena dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah terjadi.

“Pencegahan jauh lebih mudah dan efisien dibandingkan penanggulangan ketika kebakaran sudah meluas. Karena itu seluruh kekuatan di desa harus digerakkan,” ujar Herman Deru di Palembang, Senin.

Gubernur juga meminta relawan dan kelompok masyarakat peduli api yang sebelumnya telah dibentuk agar kembali diaktifkan untuk membantu pengawasan di wilayah rawan kebakaran.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Kita harus memanfaatkan seluruh potensi yang ada di desa, termasuk relawan, untuk melakukan pengawasan dan pencegahan,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sumsel saat ini memfokuskan perhatian terhadap sekitar 10 kabupaten dan kota yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla, terutama wilayah dengan hamparan lahan gambut yang luas.

Beberapa daerah yang menjadi prioritas pengawasan di antaranya Kabupaten Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir, Musi Rawas Utara, serta wilayah Ogan Komering Ulu dan Ogan Komering Ulu Timur.

Herman Deru mengingatkan seluruh jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan agar bekerja lebih cermat dengan memanfaatkan peta wilayah rawan yang telah tersedia untuk mencegah terjadinya kebakaran berulang di lokasi yang sama.

Menurutnya, pemetaan yang telah dimiliki harus benar-benar dimanfaatkan sebagai dasar langkah pencegahan dan pengawasan di lapangan.

“Kalau kebakaran terus berulang di titik yang sama, berarti kita harus lebih teliti dalam melakukan pengawasan dan langkah antisipasi,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Sumsel berharap kesiapsiagaan sejak dini mampu meminimalkan risiko karhutla sekaligus menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat selama musim kemarau berlangsung. (rd)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *