Dialog Bersama Buruh Saat May Day, Herman Deru Tekankan Keseimbangan Investasi dan Kesejahteraan

Berita4 Views
banner 468x60

PALEMBANG (Negerikunews.click) — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menerima aspirasi para pekerja dan buruh dalam kegiatan sarasehan memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang berlangsung di Auditorium Bina Praja, Jumat (01/05/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana dialogis tersebut dihadiri berbagai organisasi buruh dan pekerja di Sumsel. Dalam forum itu, para buruh menyampaikan sejumlah tuntutan dan persoalan ketenagakerjaan yang diharapkan mendapat perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

banner 336x280

Herman Deru mengapresiasi cara penyampaian aspirasi yang dilakukan para pekerja secara tertib dan terbuka melalui forum dialog.

“Penyampaian aspirasi dilakukan dengan baik melalui sarasehan dan dialog. Yang terpenting adalah bagaimana aspirasi tersebut bisa diterima dan pemerintah memberikan solusi terbaik,” ujarnya usai kegiatan.

Menurut Herman Deru, Pemerintah Provinsi Sumsel akan menindaklanjuti berbagai usulan yang disampaikan organisasi pekerja selama tetap menjaga keseimbangan antara kesejahteraan tenaga kerja dan keberlangsungan dunia usaha.

Ia menegaskan bahwa iklim investasi harus tetap dijaga agar perusahaan dapat terus berkembang sekaligus memberikan dampak positif bagi pekerja.

“Perusahaan harus tetap mampu bertahan dan berkembang, sementara pekerja juga harus mendapatkan kesejahteraan yang layak. Keduanya merupakan bagian dari ekosistem yang tidak bisa dipisahkan,” katanya.

Terkait tuntutan revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan, Herman Deru menyebut pemerintah daerah bersama DPRD Sumsel akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat dan DPR RI.

Selain itu, ia menegaskan bahwa Pemprov Sumsel terus mendorong optimalisasi tenaga kerja lokal agar masyarakat Sumsel mendapatkan kesempatan kerja yang lebih besar di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah.

Menurutnya, perhatian juga diberikan kepada kelompok pekerja difabel melalui berbagai kebijakan dan fasilitas khusus.

Di sisi lain, Herman Deru menjelaskan bahwa keberadaan tenaga kerja asing untuk kebutuhan tertentu masih diperlukan, terutama dalam bidang yang membutuhkan keahlian khusus dan transfer pengetahuan kepada tenaga kerja lokal.

“Untuk tenaga ahli tertentu memang dibutuhkan dalam proses transfer pengetahuan dan keterampilan. Namun, tenaga kerja lokal harus mampu belajar agar nantinya dapat mengambil peran tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sumatera Selatan, Cecep Wahyudin, menyampaikan sejumlah tuntutan yang dibawa organisasi buruh pada peringatan May Day 2026.

Di antaranya dorongan agar pemerintah segera mengesahkan undang-undang ketenagakerjaan baru sesuai putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/2023 serta pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional.

Selain itu, para buruh juga meminta adanya regulasi daerah yang memprioritaskan tenaga kerja lokal serta pelibatan unsur pekerja dalam pembahasan kebijakan ketenagakerjaan dan perencanaan pembangunan daerah.

Para pekerja turut meminta penguatan peran pengawas ketenagakerjaan dalam menangani berbagai persoalan hubungan industrial di Sumatera Selatan. (rd)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *