Sumsel (Negerikunews.click) – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memastikan kesiapan infrastruktur jalan tol di wilayah Kayuagung dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Gubernur Sumsel, Herman Deru, menyatakan bahwa perbaikan teknis pada ruas tol tersebut telah rampung dan kini lebih layak dilintasi. Selasa, 10 Maret 2026.
Perbaikan dilakukan secara menyeluruh, khususnya pada titik-titik yang sebelumnya dikeluhkan pengguna jalan karena kondisi permukaan yang bergelombang. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi bagi masyarakat.
Menurut Herman Deru, karakteristik tanah di kawasan Kayuagung yang didominasi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur jalan tol. Oleh karena itu, dilakukan penguatan struktur menggunakan ribuan cerucuk.
“Penguatan dilakukan dengan sekitar 3.000 titik cerucuk yang ditanam hingga kedalaman 29 meter agar mencapai tanah keras. Ini menjadi solusi permanen terhadap permasalahan jalan bergelombang,” ujarnya.
Dengan metode tersebut, jalur tol yang sebelumnya kurang stabil kini diharapkan mampu memberikan kenyamanan serta keamanan bagi para pemudik, terutama pada periode puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 18 April 2026.
Tidak hanya fokus pada aspek teknis, pemerintah juga menghadirkan kebijakan yang meringankan beban masyarakat. Bersama pengelola jalan tol, Pemprov Sumsel menetapkan potongan tarif sebesar 30 persen selama periode H-7 hingga H+7 Lebaran.
Kebijakan ini berlaku secara otomatis tanpa mekanisme tambahan, sehingga seluruh pengguna jalan dapat langsung merasakan manfaatnya selama masa mudik dan arus balik.
“Ini bentuk respons terhadap harapan masyarakat agar biaya perjalanan bisa lebih terjangkau saat momentum Lebaran,” jelasnya.
Di sisi lain, kesiapan menghadapi lonjakan kendaraan juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah meningkatkan koordinasi dengan aparat kepolisian untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Diperkirakan, volume kendaraan pada puncak arus mudik dapat mencapai sekitar 21.000 kendaraan per hari. Oleh karena itu, langkah antisipasi dilakukan sejak dini guna meminimalisasi potensi kemacetan.
Dengan perbaikan infrastruktur yang telah dilakukan, ditambah dukungan kebijakan tarif dan pengamanan lalu lintas, pemerintah optimistis perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran tahun ini akan berlangsung lebih aman, lancar, dan nyaman.
Langkah ini sekaligus menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam menjadikan infrastruktur transportasi sebagai prioritas utama dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan. (rd)












