Gubernur Herman Deru Tekankan Peran Strategis LPTQ dan FU3SS dalam Jaga Harmoni dan Literasi Qurani

Berita3 Views
banner 468x60

SUMSEL (Negerikunews.click) – Pengukuhan kepengurusan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dan Forum Ukhuwah Ulama Umaro Sumatera Selatan (FU3SS) periode 2025–2029 menjadi titik awal penguatan peran keagamaan dan sosial di Sumatera Selatan.

Acara yang berlangsung di Griya Agung itu dipimpin langsung oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru, pada Selasa (3/3/2026).

banner 336x280

Dalam arahannya, Herman Deru tidak hanya menekankan aspek seremonial pelantikan, tetapi juga menyoroti urgensi percepatan kerja nyata kedua lembaga, terutama di momentum Ramadan yang dinilai strategis untuk memperkuat nilai spiritual masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara LPTQ dan FU3SS bukan sekadar formalitas kelembagaan, melainkan strategi untuk mempercepat pencapaian target yang lebih luas.

“Sinergi ini penting agar kerja tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan beban tugas yang besar, kolaborasi menjadi kunci percepatan,” ujarnya.

Dari sisi kinerja, Gubernur menilai keberhasilan LPTQ tidak cukup hanya diukur dari prestasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), tetapi juga dari dampak nyata di masyarakat. Dua indikator utama yang disorot adalah peningkatan prestasi di level nasional maupun internasional serta menurunnya angka buta aksara Al-Qur’an.

Menurutnya, tantangan ke depan adalah memperluas jangkauan pembinaan melalui kerja sama aktif dengan rumah tahfiz dan pondok pesantren, sehingga nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar membumi di tengah masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya kesinambungan kinerja antar kepengurusan. Pengurus baru diminta tidak ragu belajar dari capaian sebelumnya sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh.

Di sisi lain, peran FU3SS dinilai semakin vital dalam menjaga keseimbangan sosial di tengah keberagaman Sumatera Selatan. Herman Deru menekankan bahwa stabilitas daerah sangat bergantung pada kemampuan menjaga persatuan, baik dalam internal umat beragama maupun antarumat.

Ia bahkan menyoroti bahwa potensi konflik internal seringkali lebih sulit ditangani dibanding konflik antar kelompok berbeda.

“FU3SS harus menjadi perekat dan jembatan komunikasi. Sumsel ini majemuk, sehingga peran menjaga harmoni menjadi sangat krusial,” tegasnya.

Lebih jauh, ia juga mengaitkan peran FU3SS dengan kondisi global yang dapat berdampak pada psikologis masyarakat, seperti isu ekonomi dan kenaikan harga bahan pokok. Dalam situasi tersebut, tokoh agama diharapkan mampu meredam kepanikan publik.

“Jangan sampai isu yang belum jelas memicu panic buying. Ini perlu peran ulama untuk menenangkan masyarakat,” tambahnya.

Pasca pengukuhan, kedua lembaga didorong segera melakukan konsolidasi menyeluruh hingga ke 17 kabupaten/kota di Sumsel. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan program kerja berjalan selaras dan efektif di seluruh daerah.

Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Sumsel, Ahmad Iskandar Zulkarnaen, menegaskan bahwa LPTQ dan FU3SS memiliki visi yang saling melengkapi dalam membangun karakter masyarakat berbasis nilai Al-Qur’an.

Ia menekankan bahwa fungsi LPTQ tidak lagi terbatas pada penyelenggaraan lomba, tetapi juga mencakup edukasi, literasi, serta peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an secara berkelanjutan.

Menurutnya, dengan struktur organisasi yang telah terbentuk di seluruh kabupaten/kota, sinergi antara pemerintah daerah dan kedua lembaga tersebut menjadi faktor kunci keberhasilan program.

Ia juga mendorong peran media dalam memperluas jangkauan informasi agar program-program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Dengan penguatan kelembagaan ini, diharapkan Sumatera Selatan tidak hanya mampu mencetak prestasi Qurani, tetapi juga menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika zaman. (rd)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *