Gubernur Herman Deru: Sumsel Harus Tumbuh Tanpa Meninggalkan Siapa Pun

Uncategorized159 Views
banner 468x60

Palembang – ( NegerikuNews.com) – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025–2029 di Griya Agung, Palembang, Senin (16/6).

Gubernur Sumsel Herman Deru dalam sambutannya menyampaikan arah pembangunan lima tahun ke depan melalui visi ‘Sumsel Maju Terus untuk Semua’. Dia menyampaikan arah kebijakan ini merupakan kelanjutan dari kerja keras dan capaian pembangunan sebelumnya.

banner 336x280

Gubernur Herman Deru menekankan pentingnya kesinambungan dan konsistensi dalam mewujudkan Sumsel yang lebih maju dan merata. Dia juga memaparkan 12 program strategis yang menjadi fokus pembangunan, salah satunya adalah percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat sebagai simpul logistik baru. Program lainnya mencakup pendidikan inklusif, kesehatan gratis, hingga penciptaan 100 ribu wirausahawan muda melalui program Sultan Muda Sumsel.

“Inilah saatnya kita berpikir ke depan. Kami ingin membangun bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk generasi mendatang,” ujar Herman Deru dengan penuh semangat. Dalam forum tersebut, Gubernur Herman Deru juga menyoroti tujuh tantangan utama pembangunan yang harus segera ditangani. Mulai dari persoalan kemiskinan, ketimpangan akses infrastruktur, hingga tuntutan reformasi birokrasi yang lebih efisien dan responsif.

Herman Deru secara khusus menyoroti perlunya sinergi lintas sektor dalam penyusunan RPJMD.

Dia menekankan semua program yang disusun harus berbasis data, berorientasi pada hasil, dan dilengkapi evaluasi berkala. Sementara itu, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Dr. A. Fatoni yang turut hadir dalam forum tersebut menekankan pentingnya integrasi antara perencanaan dan penganggaran. Menurut Fatoni, setiap program harus memiliki dukungan anggaran yang memadai dan perencanaan yang realistis. “Perencanaan tanpa anggaran akan sia-sia. Begitu pula anggaran tanpa perencanaan akan tidak efektif,” ujarnya. Fatoni juga mengingatkan agar dokumen perencanaan daerah harus sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) serta memperhatikan potensi dan tantangan daerah masing-masing. Musrenbang tersebut dihadiri para pemangku kepentingan, mulai dari anggota DPR dan DPD, pejabat Forkopimda, bupati dan wali kota se-Sumsel, hingga kepala perangkat daerah. Forum ini diharapkan menjadi landasan strategis dalam mewujudkan pembangunan Sumsel yang terintegrasi dan berdampak langsung bagi masyarakat.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *