Gubernur Herman Deru Tekankan Peran Ulama dan Pemerintah Jaga Harmoni Sumsel

Berita2 Views
banner 468x60

PALEMBANG (Negerikunews.click) – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara ulama, pemerintah (umaro), dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial di wilayah Sumatera Selatan yang dikenal dengan keberagamannya.

Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar Forum Ukhuwah Ulama dan Umaro Sumatera Selatan (FU3SS) bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam di kediaman Kgs. H. Hermansyah Mastari, Minggu (15/3/2026). Kegiatan ini juga menghadirkan pendakwah nasional Abdul Somad.

banner 336x280

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru memberikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru FU3SS yang kini dipimpin oleh Ustaz Kemas Muhammad Ali. Ia menilai kepemimpinan forum tersebut memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga keharmonisan hubungan antara berbagai elemen masyarakat.

Dokumentasi Gubernur Sumsel Herman Deru Tekankan Peran Ulama

Menurutnya, keberadaan FU3SS tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga berfungsi sebagai penghubung antara ulama, pemerintah, dan umat. Peran ini dinilai sangat penting dalam menciptakan komunikasi yang seimbang dan menjaga stabilitas sosial.

“Peran ketua forum ini sangat penting sebagai jembatan antara ulama, umaro, dan umat. Jika ketiganya dapat berjalan seiring, maka stabilitas daerah akan tetap terjaga,” ungkapnya.

Dokumentasi Gubernur Sumsel Herman Deru Tekankan Peran Ulama

Lebih lanjut, Herman Deru mengingatkan bahwa Sumatera Selatan merupakan daerah yang memiliki tingkat keberagaman tinggi, baik dari sisi suku, agama, maupun budaya. Kondisi ini, menurutnya, harus dikelola dengan bijak melalui pendekatan yang inklusif dan tidak kaku dalam menyikapi perbedaan.

Ia juga menekankan bahwa predikat zero conflict yang selama ini melekat pada Sumatera Selatan bukanlah sesuatu yang terjadi secara otomatis, melainkan hasil dari kerja sama dan kesadaran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keharmonisan.

“Kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai kebersamaan. Dengan begitu, predikat zero conflict dapat terus kita pertahankan,” ujarnya.

Di sisi lain, kehadiran Ustaz Abdul Somad dalam kegiatan tersebut dinilai memberikan energi positif dan memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat. Tausiyah yang disampaikan turut menjadi pengingat pentingnya menjaga ukhuwah dalam kehidupan sosial.

Menutup sambutannya, Herman Deru juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melupakan kondisi umat Muslim di berbagai belahan dunia, khususnya di Timur Tengah. Ia mengimbau agar masyarakat turut mendoakan keselamatan dan kedamaian bagi mereka yang tengah menghadapi konflik.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan diakhiri dengan doa bersama, sebagai simbol kebersamaan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga keharmonisan serta stabilitas di Sumatera Selatan. (rd)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *