Gubernur Sumsel Tuntut Evaluasi Sistem SPPG Usai Insiden Keracunan Massal

banner 468x60

Palembang — ( NegerikuNews.click ) – Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) mempertanyakan penerapan sistem dalam dapur penyiapan makan bergizi gratis (MBG) menyusul terjadi beberapa kasus siswa keracunan di wilayah tersebut.

Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Herman Deru mengatakan setiap ada laporan keracunan MBG, pihaknya melakukan pengecekan melalui Dinas Kesehatan. “Saya cek melalui Dinkes, ini terjadi satu titik atau di banyak titik,” ujarnya saat ditemui, Selasa (23/9/2025).  Menurutnya, jika kasus hanya terjadi di satu titik, maka diperlukan adanya pendalaman. Sebab, setiap dapur MBG atau disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) umumnya melayani lebih dari sekolah.

banner 336x280

“Misalnya dapurnya [SPPG] satu, tapi sekolah yang didistribusikan lebih dari satu Loh kok yang keracunan satu, yang lain tidak,” kata dia.
Deru juga mempertanyakan sistem pengelolaan dapur MBG. Dia menilai, perlu dipastikan apakah dapur tersebut dikelola langsung oleh satu pihak atau melibatkan beberapa pihak.  “Apakah dapur ini yang masak ada beberapa vendor.

Ini yang lagi saya minta jawaban Dinkes,” tegasnya. Diketahui, kasus terbaru keracunan usai menyantap MBG terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir.  Korban yang terdampak akibat kejadian itu telah mencapai sekitar 80 orang dengan hasil pengujian sampel menunjukkan adanya kontaminasi bakteri E. Coli pada dua menu makanan dan air yang digunakan untuk memasak.  Kemudian kasus keracunan juga terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin dengan jumlah korban sebanyak 9 siswa.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *